ARTICLES

Monday, 16 November 2020

Mengenal Jerawat Pustula, Jerawat Nanah yang Susah Dihadapi

Jerawat pustula adalah benjolan kecil di permukaan kulit yang berisi nanah, sehingga dikenal pula dengan sebutan jerawat nanah. Jerawat ini muncul sebagai benjolan yang ukurannya lebih besar dari komedo dengan puncak berwarna keputihan dan kulit sekitarnya berwarna kemerahan.

Umumnya, jerawat bernanah ini muncul di area wajah. Namun, bagian tubuh lainnya yang cenderung berminyak juga dapat diserang jerawat ini, seperti dada dan punggung.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Sama seperti jenis jerawat lainnya, jerawat pustula dapat terjadi pada siapa saja. Namun, jerawat yang termasuk kategori jerawat inflamasi ini paling sering menyerang remaja pada masa pubertas.

Meski begitu, orang dewasa juga dapat mengalami masalah kulit ini akibat berbagai faktor. Untuk mengurangi risiko kemunculannya, hindari berbagai faktor pemicunya.

Apa saja tanda-tanda dan gejala pustula?

Jerawat nanah memiliki tanda yang berbeda dengan bentuk jerawat lainnya dan terkadang berbeda pada setiap orang. Namun, jerawat pustula umumnya menimbulkan gejala sebagai berikut.

  • Ada benjolan besar yang lebih besar dari komedo.
  • Benjolan berdiameter sekitar 5 – 10 millimeter.
  • Bagian puncak benjolan berwarna putih, seperti komedo tertutup.
  • Kulit di sekeliling jerawat tampak memerah akibat peradangan.
  • Terasa nyeri saat benjolan disentuh.
  • Muncul pada area wajah, leher dan punggung
  • Terkadang muncul bersamaan dengan jerawat papula.

Apa penyebab jerawat pustula?

Tidak jauh berbeda dengan penyebab jerawat lainnya, jerawat nanah terbentuk akibat penyumbatan pori-pori. Pori-pori yang seharusnya merupakan pintu keluar sebum (minyak) dan keringat menjadi tertutup akibat penumpukan sel kulit mati.

·        Penyumbatan pori-pori (folikel rambut)

Jika sebum yang dihasilkan kelenjar sebaceous (sebasea) berlebihan, sebum berlebih tidak akan dapat keluar karena bukaan pori-pori yang menyempit. Akibatnya, sebum dan sel kulit mati terjebak di dalam pori-pori.

Kondisi ini yang nantinya menyebabkan bakteri penyebab jerawat di permukaan kulit (P. acnes) memakan sebum dan terus berkembang biak. Bakteri yang tumbuh ini dapat memicu infeksi, sehingga tubuh membentuk perlawanan berupa zat peradangan.

Alhasil peradangan tersebut membuat dinding pori-pori jadi rusak dan ukuran jerawat bernanah menjadi membesar serta membengkak.

·        Reaksi alergi

Selain penyumbatan, jerawat pustula terkadang dapat muncul akibat reaksi alergi terhadap makanan atau gigitan serangga beracun. Adanya nanah pada jerawat ini terbentuk dari sel darah putih.

Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang kalah dan mati melawan infeksi dari bakteri dan kotoran yang menyumbat pori. Akibatnya, benjolan besar berisi nanah ini pun muncul dan mengiritasi kulit di sekitarnya.

Apa yang meningkatkan risiko untuk terkena pustula?

Penyumbatan pori yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan penumpukan sel kulit mati tidak terjadi begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang terkena jerawat bernanah, antara lain sebagai berikut.

  • Perubahan hormon androgen yang memicu aktivitas kelenjar sebaceous dalam memproduksi sebum lebih banyak.
  • Genetik, salah satu atau kedua orangtua memiliki masalah jerawat.
  • Orang dengan masalah kulit, seperti eksim tangan (dishidrosis) atau psoriasis.
  • Penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid, testosteron, atau lithium.

Apa saja jenis home remedy untuk mengatasi pustula?

Tidak hanya obat dan perawatan dari dokter, pengobatan rumahan dan kebiasaan yang lebih sehat juga membantu kamu mempercepat proses pemulihan. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah jerawat pustula datang lagi.

Di bawah ini adalah beberapa perubahan gaya hidup di rumah yang dapat membantu mengobati jerawat yang bernanah dilansir dari Medline Plus.

  • Rutin mencuci muka setidaknya dua kali sehari dengan sabun yang lembut.
  • Hindari menggosok atau mencuci kulit berulang kali.
  • Bila kulit kepala berminyak, cuci rambut setiap hari.
  • Batasi pemakaian kosmetik berbahan dasar minyak.
  • Oleskan lidah buaya ke area jerawat untuk mengurangi peradangan.
  • Tidak memencet jerawat agar lapisan kulit tidak rusak dan meninggalkan bekas.
  • Menggunakan masker sesuai dengan jenis kulit.
  • Kelola stres dan hindari makanan pemicu jerawat, seperti makanan manis.
  • Selalu bersihkan riasan sebelum tidur di malam hari.

Nah, kalau kamu sudah tahu nih tentang menangani jerawat pustula, yuk lebih merawat kulitmu secara menyeluruh! Terutama juga harus pilih produk perawatan kulit khusus kulit berjerawat yang berkualitas. Kami merekomendasikan PAPULEX sebagai rangkaian perawatan kulit berjerawat yang bisa membuat kulitmu lebih sehat. PAPULEX adalah rangkaian skincare sering diresepkan oleh dokter untuk perawatan jerawat di Perancis. PAPULEX menjadi satu-satunya brand derma-kosmetik yang direkomendasikan oleh PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) sebagai perawatan kulit berjerawat, baik untuk jerawat ringan, sedang, atau berat.

Yuk coba PAPULEX sekarang!

comment

TOP ARTICLE