ARTICLES

Monday, 23 November 2020

Jerawat Papula, Cara Merawat dan Mengobati

Jerawat papula adalah salah satu jenis jerawat yang muncul di bawah permukaan kulit, seperti jerawat kistik dan nodul. Bentuk jerawat papula dapat dirasakan sebagai benjolan padat yang menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, kulit di sekitar benjolan akan tampak memerah, tetapi tidak memiliki titik nanah pada puncaknya.

Jerawat papula akan muncul ketika komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead) tidak ditangani hingga memicu iritasi yang parah. Akibatnya, kulit di sekitar komedo pun ikut rusak. Kerusakan kulit ini nantinya menyebabkan peradangan pada kulit yang memicu pertumbuhan jerawat papula.

Oleh sebab itu, jerawat ini sering disebut sebagai jerawat inflamasi (peradangan). Apabila dibiarkan, penyakit kulit ini dapat berkembang menjadi pustula (jerawat bernanah).

Seberapa umum kondisi ini?

Papula adalah jerawat yang dapat menyerang siapa saja, terutama pada anak remaja yang tengah mengalami pubertas. Meski begitu, kondisi ini juga dapat terjadi pada orang dewasa akibat beberapa faktor tertentu.

Untuk mengurangi risiko masalah kulit ini, usahakan untuk selalu menghindari faktor risiko dan selalu menjaga kesehatan kulit.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala jerawat pustula?

Umumnya, papula ditandai dengan benjolan merah yang meradang di kulit. Namun, ada tanda lainnya yang perlu Anda amati terkait kondisi ini, misalnya:

  • ukuran jerawat yang beragam, mulai dari bintil kecil merah hingga benjolan besar berdiameter 5 milimeter,
  • tidak ada cairan putih atau kuning di puncaknya, serta
  • terkadang menimbulkan rasa nyeri saat disentuh.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab jerawat papula?

Tidak jauh berbeda dengan penyebab jerawat lainnya, papula muncul akibat penyumbatan pori-pori karena minyak berlebih dan sel kulit mati.

Kulit manusia memiliki kelenjar sebasea yang menghasilkan sebum (minyak) untuk menjaga kelembapan kulit. Namun, beberapa faktor dapat memicu peningkatan aktivitas kelenjar sebasceous, sehingga produksi sebum pun menjadi berlebihan.

Sementara itu, kulit juga terus mengganti sel-sel penyusunnya. Sel yang telah tua dan rusak akan tergantikan dengan sel baru yang sehat. Sayangnya, sel mati yang seharusnya terbuang justru menumpuk di lapisan kulit terluar.

Sebum yang berlebih dan sel kulit mati yang menebal ini nantinya menutup pori-pori. Jika terlalu banyak, sel-sel di sekitar akan mengalami tekanan. Tekanan yang terlalu besar dapat menyebabkan pori kulit di sekitarnya robek.

Akibatnya, isi jerawat yang juga mengandung bakteri P. acnes menyebabkan infeksi di sekitar robekan pori. Kemudian, benjolan merah yang meradang atau jerawat papula pun terbentuk.

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena papula?

Selain perubahan hormon, ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami jerawat papula, yakni:

  • penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid,
  • konsumsi makanan pemicu jerawat terlalu banyak, seperti produk susu dan cokelat,
  • stres, serta
  • genetik, memiliki orangtua dengan masalah jerawat.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Sama seperti bentuk jerawat lainnya, diagnosis papula adalah pemeriksaan fisik. Artinya, dokter akan memeriksa kulit Anda secara langsung. Kemudian, ia akan menawarkan berbagai pilihan perawatan untuk menghilangkan jerawat ini.

Apabila kondisinya cukup parah, dokter mungkin akan merekomendasikan perawatan kombinasi agar pengobatan bekerja lebih efektif dan pemulihan lebih cepat.

Bagaimana cara mengobati jerawat papula?

Salah satu kebiasaan perlu dihentikan karena dapat memperburuk kondisi kulit adalah memencet jerawat atau dipecahkan secara paksa. Pasalnya, kebiasaan ini justru berisiko menyebarkan bakteri dan menyebabkan bekas luka ketika sembuh.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mengobati papula. Namun, semuanya akan disesuaikan berdasarkan tingkat keparahan jerawat.

Home remedy

Apa saja home remedy untuk mengatasi papula?

Selain mendapatkan perawatan dari dokter, berbagai pengobatan rumahan untuk jerawat bisa dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan, yaitu sebagai berikut.

  • Merawat wajah dengan cuci muka setidaknya dua kali sehari.
  • Memilih sabun pembersih wajah dengan kandungan yang lembut.
  • Menjaga kebersihan kulit, terutama di bagian wajah dan badan.
  • Memakai tabir surya SPF 30 untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Menghindari sentuh kulit yang sedang berjerawat dengan tangan kotor.
  • Segera mandi setelah berolahraga atau beraktivitas berat.
  • Mengelola stress dan batasi makanan pemicu jerawat, seperti makanan manis.
  • Menghindari kosmetik atau produk perawatan berbahan minyak.

Nah, kalau kamu sudah paham mengenai jerawat papula lebih jauh, yuk lebih merawat kulitmu secara menyeluruh! Terutama juga harus pilih produk perawatan kulit khusus kulit berjerawat yang berkualitas. Kami merekomendasikan PAPULEX sebagai rangkaian perawatan kulit berjerawat yang bisa membuat kulitmu lebih sehat. PAPULEX adalah rangkaian skincare sering diresepkan oleh dokter untuk perawatan jerawat di Perancis. PAPULEX menjadi satu-satunya brand derma-kosmetik yang direkomendasikan oleh PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) sebagai perawatan kulit berjerawat, baik untuk jerawat ringan, sedang, atau berat.

Yuk coba PAPULEX sekarang!

 

Sumber: https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/jerawat-papula/#gref

comment

TOP ARTICLE