ARTICLES

Monday, 30 November 2020

Jerawat Nodul, Jerawat Parah yang Lama Sembuhnya

Jerawat nodul adalah jenis jerawat di bawah permukaan kulit yang terasa keras dan sakit. Tidak seperti jerawat biasa yang dapat sembuh dalam beberapa hari, jerawat ini dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Biasanya, jerawat ini berukuran cukup besar, sehingga terlihat jelas jika terjadi di wajah. Kondisi ini tentu mengurangi tampilan kulit dan membuat kebanyakan orang menjadi kurang percaya diri.  Jerawat yang termasuk jerawat parah ini akan terasa keras ketika disentuh dan tidak dapat diobati dengan obat tanpa resep.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Umumnya, jerawat ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama remaja dalam masa pubertas. Namun, hal ini lebih sering menyerang remaja laki-laki ketimbang perempuan.

Meski begitu, orang dewasa juga dapat mengalami penyakit kulit tidak menular ini akibat berbagai faktor. Oleh sebab itu, hindari berbagai faktor risiko kemunculan jerawat agar kondisi ini tidak terjadi pada Anda, termasuk melakukan pola hidup sehat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala jerawat nodul?

Agar Anda lebih mudah membedakan jerawat nodul dengan jerawat biasa, ada beberapa tanda dan gejala yang dapat diwaspadai yang di antaranya sebagai berikut.

  • Adanya benjolan di bawah kulit yang membuat bagian tersebut mengencang.
  • Area kulit yang mengencang tampak memerah akibat peradangan.
  • Terasa sakit saat disentuh.
  • Tidak memiliki “kepala” yang berisi nanah.
  • Sulit dihilangkan, alias jerawat dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Penyebab

Apa penyebab jerawat nodul?

Sama seperti penyebab jerawat lainnya, jerawat nodul disebabkan oleh penyumbatan pori akibat penumpukan sel kulit mati, minyak berlebih, dan bakteri.

Meski begitu, salah satu pemicu utama munculnya jerawat ini adalah hormon androgen. Jika kadar androgen meningkat, produksi minyak di kulit pun ikut meningkat.

Selain mendukung fungsi organ seksual, androgen juga dapat mengubah susunan kimiawi minyak kulit. Akibatnya, pori-pori lebih mudah tersumbat dan menjadi lingkungan yang mendukung bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.

Tidak hanya itu, jerawat ini juga mengalami peradangan hingga menembus ke lapisan kulit lebih dalam, sehingga dikategorikan sebagai jerawat yang parah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kondisi ini?

Setidaknya ada dua faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jerawat nodul sebagai berikut.

Ketidakseimbangan hormon androgen

Hormon androgen berlebih biasanya merangsang produksi minyak menjadi lebih banyak. Akibatnya, kulit menjadi lebih berminyak dan berisiko menyumbat pori-pori.

Kondisi ini biasanya terjadi pada saat menstruasi, hamil, masa pubertas, atau menggunakan obat-obatan tertentu, seperti salep kortikosteroid dan lithium.

Keturunan

Gen bawaan dari orangtua atau keluarga ternyata bisa meningkatkan risiko terjadinya jerawat.

Jadi, apabila ada anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat nodul, kemungkinan besar anggota keluarga yang lain juga mengalami kondisi serupa.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk jerawat nodul?

Normalnya, diagnosis jerawat nodul dilakukan dengan memeriksa kulit yang berjerawat secara langsung. Kemudian, ia akan menentukan tingkat keparahan dan perawatan yang tepat untuk mengobati jerawat.

Jika jerawat Anda termasuk parah, dokter mungkin akan merekomendasikan pengobatan tambahan agar lebih efektif dan kulit lebih cepat pulih.

Home remedy

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat nodul?

Walaupun perawatan dari dokter diperlukan, pengobatan rumahan untuk jerawat pun dapat diterapkan. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan serta mencegah jerawat datang lagi.

Berikut ini ada beberapa cara alami yang dapat membantu menyembuhkan jerawat nodul.

  • Mencuci muka dengan sabun pembersih yang lembut setidaknya dua kali sehari.
  • Pilih produk perawatan berlabel non-comedogenic(tidak menyebabkan komedo), non-acnegenic (tidak menyebabkan jerawat), atau oil-free (bebas minyak).
  • Hindari menggunakan riasan yang terlalu tebal.
  • Selalu bersihkan riasan sebelum tidur di malam hari.
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan yang kotor.
  • Oleskan tabir surya dengan SPF 30 agar paparan sinar matahari tidak memperburuk jerawat.
  • Kompres jerawat yang terasa nyeri dengan es atau kain air hangat.

Nah, kalau kamu sudah paham tentang jerawat nodul, yuk lebih merawat kulitmu secara menyeluruh! Terutama juga harus pilih produk perawatan kulit khusus kulit berjerawat yang berkualitas. Kami merekomendasikan PAPULEX sebagai rangkaian perawatan kulit berjerawat yang bisa membuat kulitmu lebih sehat. PAPULEX adalah rangkaian skincare sering diresepkan oleh dokter untuk perawatan jerawat di Perancis. PAPULEX menjadi satu-satunya brand derma-kosmetik yang direkomendasikan oleh PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) sebagai perawatan kulit berjerawat, baik untuk jerawat ringan, sedang, atau berat.

Yuk coba PAPULEX sekarang!

 

Sumber: https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/jerawat-nodul/#gref%20dan%20http://www.oceanfresh.id/blog/2020/02/apa-itu-jerawat-nodul

comment

TOP ARTICLE