ARTICLES

Monday, 26 October 2020

Jerawat Batu: Cara Mencegah dan Mengobati

Jerawat batu (cystic acne) yang penampilannya lebih besar, keras, merah menyala, dan terasa lebih sakit dibandingkan jenis lainnya tentu cukup mengganggu. Jerawat batu atau dikenal dalam dunia medis sebagai jerawat kistik adalah salah satu jenis jerawat yang cukup parah. Kondisi ini terbentuk jauh di dalam kulit yang disebabkan penyumbatan akibat penumpukan sel kulit mati.

Jerawat kistik juga dapat muncul karena terperangkapnya bakteri di dalam pori-pori dan akhirnya menginfeksi kulit. Akibatnya, jerawat atau benjolan besar yang memerah dan berisi nanah pun terbentuk.

Beberapa orang dengan kondisi ini merasakan sakit ketika jerawat tidak sengaja tersentuh. Namun, tidak sedikit pula yang mengakui tidak mengalami nyeri saat menekan jerawatnya.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, peradangan di lapisan kulit terdalam dapat menyebar yang menyebabkan pori-pori pecah. Alhasil, peradangan menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang terlanjur menyebar luas dapat memicu kemunculan jerawat batu yang baru.

Penyebab jerawat batu

Pada dasarnya, penyebab jerawat batu sama dengan bentuk jerawat lainnya. Penyakit kulit tidak menular ini bermula dari penyumbatan pori-pori akibat kelebihan minyak (sebum), kotoran, dan sel kulit mati.

Pori-pori yang tersumbat memudahkan bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak, sehingga menginfeksi jaringan kulit sekitarnya.

Ada beberapa faktor yang memicu penyumbatan pori-pori kulit sebagai berikut.

  • Genetik, membawa gen orangtua yang bermasalah dengan kulit berjerawat.
  • Mudah berkeringat menyebabkan tingkat kelembapan kulit tinggi dan bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Menggunakan produk kosmetik yang tidak sesuai, terutama bagi jenis kulit berminyak.

Salah satu hal yang membedakan jerawat batu dengan jerawat lainnya adalah peran hormon. Jerawat kistik sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kadar hormon dalam tubuh, yaitu produksi hormon androgen yang berlebihan.

Hormon androgen adalah hormon yang mendukung fungsi organ seksual. Namun, androgen juga dapat merangsang kelenjar sebasea (minyak) untuk menghasilkan sebum.

Kadar androgen yang berlebihan mengakibatkan kelenjar sebasea menjadi lebih aktif. Akibatnya, produksi sebum pun menjadi lebih banyak, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan kulit berisiko mengalami jerawat.

Ketidakseimbangan hormon biasanya terjadi pada masa pubertas, menjelang menstruasi, hingga menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Ciri dan gejala jerawat batu

Umumnya, ciri utama jerawat batu adalah benjolan merah besar menyerupai bisul. Jerawat ini memiliki tekstur yang lunak dan sering menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Meski begitu, rasa nyeri ini tidak terjadi pada semua orang.

Selain benjolan merah yang besar, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin menandakan kamu mengalami jerawat kistik.

  • Benjolan besar merata tanpa memiliki puncak putih yang terangkat ke atas.
  • Nanah yang akan keluar setelah jerawat matang dan pecah.

Kondisi ini biasanya dijumpai di wajah. Namun, jerawat besar yang memerah ini juga dapat menyerang bagian lainnya yaitu jerawat di badan seperti di dada, punggung, dan area belakang telinga.

Dari sekian banyak jerawat, jerawat kistik dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Setelah pecah, jerawat ini juga memicu kulit untuk menghasilkan sel pigmen baru.

Alhasil, bekas jerawat akan lebih lama hilang. Tidak hanya itu, warna kulit bekas jerawat juga akan menjadi lebih gelap.

Cara menghilangkan jerawat batu

Pilihan perawatan topikal (salep atau krim) untuk jerawat biasanya tergantung pada usia, lokasi jerawat, dan tingkat keparahan kondisi kulitmu. Kamu bisa memilih rangkaian Papulex™ Acne Care yang telah direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Kulit Indonesia (Perdoski) sebagai terapi adjuvant untuk kulit berjerawat. Kamu bisa menggunakan Papulex™ Gel yang mengandung Nikotinamida dan teknologi terpatenkan ABA (Anti Bacterial Adhesive) yang langsung merawat jerawat, bintik dan bekasnya. Gel khusus untuk fokus pada jerawat yang membandel ini bisa kamu gunakan rutin setelah mencuci dan melembapkan wajah. Pakai rutin 2x sehari untuk hasil maksimal. 

Cara mencegah jerawat batu

Meski dapat sembuh dan hilang, jerawat yang membandel dapat kembali muncul, terutama bagi kamu yang memiliki kulit mudah berjerawat. Berikut ini beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk mencegah jerawat batu.

  • Mencuci muka 1 – 2 kali dalam sehari.
  • Batasi makanan pemicu jerawat, seperti cokelat dan produk susu.
  • Mandi segera setelah berolahraga.
  • Gunakan pelembap dan tabir surya, terutama di bagian wajah dan kulit yang terkena sinar matahari.
  • Tidur yang cukup.
  • Pakai produk kosmetik berbahan dasar air dan bebas minyak.
  • Hindari memegang wajah dengan tangan yang kotor.
  • Ganti sprei setidaknya satu bulan sekali.

 

Sumber: https://hellosehat.com/penyakit-kulit/jerawat/jerawat-batu/#gref

comment

TOP ARTICLE